Kamis, 11 Januari 2018



Pengertian eksploitasi  

adalah pemungutan atau pengambilan suatu sumber daya alam yang ada untuk digunakan atau dimanfaatkan oleh sekelompok orang atau bahkan oleh banyak orang yang mana terutama dengan maksud tujuan untuk memenuhi kebutuhan tetapi kadang dalam jumlah yang berlebihan sehingga cenderung merugikan. Biasanya kegiatan eksploitasi ini dilakukan dengan tanpa didasari rasa kepedulian terhadap adanya sumber daya alam yang harus dijaga. Sehingga banyak dari kelompok tertentu melakukan eksploitasi dengan berlebihan dan tidak secara wajar. Padahal sebenarnya hal ini tidak dibolehkan karena ketika sumber daya alam yang ada digunakan secara seenaknya maka besar kemungkinan sumber daya alam yang di eksploitasi tersebut akan habis dan punah. Bila disikapi secara serius mengenai pengertian diatas, kebanyakan efek yang ditimbulkan oleh adanya kegiatan eksploitasi lebih mengarah pada sisi negatif.

Faktor Pendorong Eksploitasi Alam

Eksploitasi alam terjadi karena kebutuhan manusia yang tidak terbatas.dimasa modern seperti saat ini kebutuhan manusia akan sumber daya alam sangatlah tinggi. Padahal tanpa mereka sadari eksploitasi yang mereka lakukan itu telah merusak lingkungan tempat mereka hidup sendiri. Salah satu faktor yang mendorong eksploitasi ini terjadi adalah kebutuhan manusia yang tidak terbatas. Selain itu faktor ekonomi sangatlah berpengaruh penting dalam usaha eksploitasi alam ini. Eksploitasi alam seperti pertambangan batu kapur di daerah padalarang adalah salah satunya, kebutuhan akan bahan mentah odol, semen dll. Menjadikan gunung kapur itu sebagai lahan pengeruk rupiah yang cukup menjanjikan, selain karena faktor masyarakat sekitar yang menggantungkan kehidupan mereka dari hasil pengolahan tambang batu kapur tersebut,

            3.Pertambangan & Karakteristik Desa Pertambangan

Pada umumnya jika kita berbicara masalah desa, maka secara tidk langsug kita akan membahas masyrakat  pertanian. Hal ini karena mayoritas masyarakat desa bekerja dalam sector pertanian. Sebagaimana diungkapkan oleh Wibberly dalam Tjondronegoro (1999 : 59) yang mendefinisikan desa sebagai suatu negeri yang memperlihatkan penggunaan tanah yang luas sebagai cirri penentu, baik pada waktu sekarang maupun beberapa waktu yang lampau. Jadi pedesaan merupakan kesatuan wilayah yang diorganisir dengan wewenang otonom untuk mengatur masyarakat dan wilayah yang dibatasi serta menggambarkan penggunaan tanahnya untuk kehidupan pertanian, peternakan dan perikanan.

Selain identik dengan pertanian kita juga bisa melihat desa dari segi masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan dan dikategorikan sebagai masyarakat yang masih hidup dalam suasana dan ara pemikiran pedesaan. Biasanya mereka nekerja, berbicara, berpikir dan melakukan kegiatan apapun selalu mendasarkan diri pada apa-apa yang biasanya berlaku di daerah pedesaan (Siswopangripto dan Sastrosupono, 1984:20).

Pada umumnya desa-desa di Indonesia dikelompokkan menjadi beberapa jenis. Berdasarkan pengertian administrative, kita dapat menjumpai berbagai jenis desa, misalnya bila dilihat dari jenis tofografi ada desa pegunungan, dataran rendah, dataran tinggi dan pantai. Berdasarkan usahanya, ada desa petani sawah menetap, kampung peladang berpindah-pindah, desa perkebunan rakyat dan desa elayan. Namun ada juga desa yang mengadakan usaha spesifik misalnya desa penghasil buah-buahan, desa industri kapur, genting, desa kerajinan tangan dan sebagainya. Tetapi satu cirri yang mereka memiliki banyak biasanya masih ada (Tjondronegoro, 1999:19).

Desa-desa yang memiliki usaha spesifik sebagaimana disebutkan diatas jumlahnya sangat sedikit, karena pada umumnya desa-desa di Indonesia berada dalam sector pertanian. Salah satu desa yang tergolong dalam desa pemilik usaha spesifik adalah desa pertambangan. Jumlah desa yang bergerak dalam bidang pertambangan di Indonesia memang sangat sedikit, hal ini karena potensi sumber daya alam berupa bahan galian tambang hanya tersebar pada daerah-daerah tertentu saja. Sehingga tidak semua daerah sumber daya alamnya dapat dijadikan sebagai bahan galian tambang.

Pertambangan pada hakikatnya merupakan upaya pengembangan sumber daya alam mineral dan energi yang potensisal untuk dimanfaatkan secara hemat dan optimal bagi kepentingan dan kemakmuran rakyat, melalui serangkaian kegiatan eksplorasi, pengusahaan, dan pemanfaatan  hasil tambang. Upaya tersebut bertumpu pada pendayagunaan berbagai sumber daya, tertutama sumber daya alam mineral dan energi, didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologiserta kemampuan manajemen (Ruchiyat, 1980: 162).

Pengolahan dalam bidang pertambangan berbeda halnya dengan pertanian yang ditentukan oleh musim. Selama sumber bahan galian masih tersedia di alam maka eksploitasi terhadap sumber daya alam tersebut terus dilakukan. Oleh karena itu etika lingkungan sangat diperlukan sebagai pengendali dalam pelaksanaan kegiatan pertambangan. Etika lingkungan merupakan petunjuk atau perilaku praktis manusia dalam mengusahakan terwujudnya moral lingkungan. Melalui etika lingkungan, kita tidak saja mengimbngi hak dengan kewajiban terhadap lingkungan tetapi etika lingkungan juga membatasi tingkah laku dan upaya untuk mengendalikan berbagai kegiatan agar tetap berada dalam bata kepentingan hidup kita (Soerjani, 1987 : 15).

4. Penambangan Batu Kapur di Desa Citatah Padalarang

Kegiatan penambangan di desa citatah telah dilakukan oleh masyarakat setempat sejak puluhan tahun ayang lalu . dalam perkembanganya selama masa repelita. Penambangan batu kapur di desa citatah mengalami peningkatan cukup pesat. Hal ini tidak terlepas dari peran ilmu pengetahuan dan teknologi yang digunakan sejak tahun 1974 mulai digunakan teknologi baru dalam kegiatan penambangan semakin hal tersebut berdampak pada peningkatan jumlah hasil produksi tambang yang semakin besar selain itu pembangunan industry yang mengolah hasil tambang banyak berdiri .

Penambangan batu kapur di desa citatah pada umumnya dilakukan oleh pengusaha – pengusaha kecil yang berasal dari daerah setempat. Sehingga dalam pelaksaannya telah banyak melibatkan masyarakat sekitar. Perkembangan pertambangan batu kapur di desa citatah salah satunya ditandai dengan banyaknya jumlah pengusaha yang melakukan penambangan dalam buku yang berjudul kehadiran PP No. 37 tahun 1987. Dijelaskan bahwa banyaknya pengusaha yang melakukan penambangan di desa citatah memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat hal ini karena mengingat tenaga kerja yang terserap sebagaian besar berpendidikan rendan dan bergolongan miskin. Maka usaha pertambangan bahan galian golongan c mempunnyai peranan yang sangat penting ketika sulit mencari pekerjaan sector pertambangan ini memberi kemungkinan kearah pennciptaan lapangan kerja.

Selain berdampak terhadap penyediaan langan kerja. Adanya kegiatan pertambangan juga berpengaruh terhadap kehidupan sosial masyarakat sebagai akibat dari hasilnya masyarakat perusahaan pertambangan dalam hal ini yang dimaksud dengan masyarakat perusahaan pertambangan adalah para pengusaha atau perkerja yang datang dari luat daerah. Meskipun jumlah masyarakat perusahaan perambangan di desa citatah hanya minoritas tetapi membawa pengaruh yang cukup besar terhadap masyarakat terutama dalam gaya hidup masyarakat terhadap masyarakat penambangan ini telah menimbulkan terjadinya interaksi yang cukup banyak dengan mayarakat perusahaan pertambangan tersebut. Sehingga masuknya pengaruh budaya dari luarpun cukup besar.

5. Keterkaitan Eksploitasi Alam dengan Penyimpangan Sosial

Dari penjelasan diatas bahwa eksploitasi ada keterkaitanya dengan penyimpangan sosial. Kegiatan penambangan ini disatu sisi menjadi penghasilan utama masyarakat/para penambang batu kapur tetapi di lain sisi aktifitas penambangan yang berlebihan ini tanpa disadari telah mengakibatkan kerusakan alam yang berakibat pada kelangkaan sumber daya alam seperti: berdasarkan penuturan masyarakat sekitar daerah penambangan batu kapur di sana sering terjadi kesulitas mendapatkan air tanah ketika musim kemarau, polusi udara akibar dari aktifitas pembakaran dan pengolahan batu kapur, hilangnya daerah resanpan air, dan menyebabkan dearah tersebut menjadi rawan bencana alam.

Akhirnya dari kerusakan alam ini akan berdampak kembali kepada masyarakat itu sendiri. Dan tanpa disadari masyarakat penambang tersebut telah melakukan penyimpangan sosial karena merugikan masyarakat banyak akibat dari rusaknya lingkungan, padahal pemerintah daerah telah mengatur sebagaimana dalam perda no 10 tahun 2010 Tentang Pengelolaan Pertambangan Mineral dan Batu Bara Poin a: ”Bahwa mineral dan batu bara merupakan potensi sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, sehingga pengelolaannya perlu dilakukan secara beryada guna, bertanggung jawab, berwawasan lingkungan, berkelanjutan, berdaya saing, efesien, guna menjamin pembangunan daerah yang berkelanjutan, serta pemanfaatanya ditunjukan bagi sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat.” Namun dalam implemantasinya, penambangan yang dilakukan di daerah padalarang tidak mempertimbangkan kelestarian lingkungan. Para penambang lebih mengutamakan hasil tambang yang optimal dan terkesan berlebih karena tidak ada regulasi pembatasan penambangan batu kapur yang jelas.



Jumat, 20 Oktober 2017



KONSEP LINGKUNGAN

SULTHAN BASIL
2TB04


LINGKUNGAN

Pengertian dari Lingkungan adalah sesuatu yang berada di luar atau sekitar mahluk hidup. Para ahli lingkungan memberikan definisi bahwa lingkungan (enviroment atau habitat) adalah suatu sistem yang kompleks di mana berbagai faktor berpengaruh timbal-balik satu sama lain dan dengan masyarakat tumbuh-tumbuhan. Sementara pengertian dari lingkungan hidup adalah suatu kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk didalamnya manusia dan perilakunya yang berpengaruh pada kelangsungan perikehidupan dan kesejahtraan manusia serta mahkluk hidup lainnya. Sementara dalam cakupan bahasan di sini konsep lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar kita dan lingkungan dapat dibedakan menjadi dua yaitu lingkungan alami dan lingkungan buatan.

LINGKUNGAN ALAMI

Lingkungan yang satu ini disebut juga dengan lingkungan yang original karena masih belum ada campur tangan manusia yang ikut andil dalam mengembangkan lingkungan yang satu ini. Perkembangan yang dimaksud dalam hal ini adalah perkembangan penampilan dari lingkungan. Salah satu hal yang spesial dari lingkungan yang satu ini adalah masih segar dan sangat nyaman jika tinggal didalamnya. Penduduk bisa menikmati pemandangan sekitar yang bagus dan indah beserta menikmati hawa udara yang segar dan sejuk.


a.       Pegunungan
Salah satu bentuk alam yang dapat dilihat adalah bentang alam yang berupa deretan gunung yang bersambung. Pegunungan termasuk dataran tinggi. Udara di pegungungan biasanya sejuk dan bahkan ada yang sangat dingin. Daerah pegunungan sangat cocok untuk bercocok tanan buah, sayur dan bunga.
Daerah pegunungan juga dapat dimanfaatkan sebagai objek wisata. Daerah pegunungan banyak ditumbuhi tanaman yang dapat menyerap dan menyimpan air hujan untuk mencegah terjadinya erosi. Erosi adalah pengikisan tanah oleh air hujan yang dapat menyebabkan  banjir dan tanah longsor.






b.      Sungai
Sungai juga termasuk kenampakan alam. Sungai banyak memberikan manfaat bagi manusia. Manfaat sungai antara lain: untuk mandi, mencuci, pengairan lahan pertanian (irigasi) dan sarana transportasi (untuk sungai-sungai besar di luar pulau Jawa). Di sungai banyak hidup berbagai binatang air seperti: ikan, buaya dan katak.

c.       Danau
Danau merupakan kenampakan lingkungan alam. Danau terjadi karena adanya cekungan di alam yang terisi air, baik dari air hujan maupun dari mata air yang ada di tempat tersebut. Danau juga dimanfaatkan sebagai tempat penampungan air.


LINGKUNGAN BUATAN

Lingkungan jenis kedua adalah lingkungan buatan. Lingkungan buatan ini tentu saja sudah tidak original lagi karena adanya campur tangan manusia yang merubah pemandangan lingkungan tersebut. Hal ini bisa anda temukan di perumahan-perumahan yang dibangun di areal yang dulunya adalah perhutanan. Keuntungannya tentu saja adalah adanya beragam fasilitas yang mudah untuk diakses, contohnya lampu penerangan di jalan, kemudian toko-toko kelontong dan lain sebagainya yang mana kesemuanya itu akan memberikan kehidupan yang lebih layak untuk penghuni yang tinggal didalamnya.

Waduk
Lingkungan buatan yang pertama adalah waduk (baca: manfaat waduk). Mungkin hal ini juga sudah sering disinggung sebelumnya bahwasannya waduk yang terkadang menyerupai danau adalah buatan manusia. Ya, waduk yang merupakan cekungan besar dan terisi air ini sengaja dibuat oleh manusia dalam kaitannya mengairi lahan persawahan atau ladang yang ada di sekitarnya. Namun tidak hanya itu saja, bahwa kenyataannya waduk juga banyak digunakan sebagai pembangkit listrik bahkan ada pula yang telah dilegkapi berbagai wahan air untuk dapat sisewa oleh pengunjng waduk yang datang,

Bendungan
Tidak jauh berbeda dengan waduk, bendungan pun jug amemiliki fungsi dasar yang sama. Bendungan (baca: bendungan terbesar di Indonesia) dibuat oleh manusia dengan cara membendung aliran sungai (baca: ciri-ciri sungai bagian hulu dan hiir). Tujuan dari bendungan ini dibuat selain untuk membuat sumber air juga agar aliran air sungai tidak terlalu deras. Dan pada akhirnya akan banyak manfaat yang akan diperoleh manusia karena adanya bendungan ini.

Taman Bunga
Taman bungan juga merupakan contoh dari lingkungan buatan. Di Indonesia sendiri mungkin taman bunga akan jarang kita temui. Namun apabila kita menggegser kaki kita ke negara lain, mungkin kita akan dengan mudahnya menemukan tanaman bunga. Sebagai contoh adalah di Jepang. Di Jepang, taman bunga merupakan tempat yang familiar.

Tidak hanya bunga warna warni yang ditanam secara indah, bahkan di Jepang bunga ditanam hingga menyerupai karikatur tokoh- tokoh anime Jepang. Hal ini sangat menambah nilai keindahan. Karena adanya taman bunga unik dan indah inilah maka tempat tersebut dijadikan tempat wisata atau rekreasi baik secara pribadi manupun beramai- ramai.

LINGKUNGAN SOSIAL

Lingkungan sosial ialah interaksi diantara masyarakat dengan lingkungan, ataupun lingkungan yang juga terdiri dari makhluk sosial atau manusia. Lingkungan sosial inilah yang kemudian membentuk sebuah sistem pergaulan yang mempunyai peranan besar di dalam membentuk sebuah kepribadian seseorang, dan kemudian terjadilah sebuah interaksi diantara orang atau juga masyarakat dengan lingkungannya. Lingkungan sosial dibedakan menjadi 2 yaitu sebagai berikut:

1. Lingkungan Sosial Primer
yaitu salah satu jenis lingkungan sosial yang mana terdapat sebuah hubungan yang erat diantara anggota satu dengan anggota lainnya, anggota satu yang saling mengenal baik dengan anggota yang lainnya.

2. Lingkungan Sosial Sekunder
yaitu salah satu jenis lingkungan sosial yang memiliki hubungan diantara anggota satu dengan anggota yang lainnya memiliki jarak atau kurang akrab.

LINGKUNGAN BUDAYA

Lingkungan budaya adalah segala kondisi, baik berupa materi (benda) maupun nonmateri yang dihasilkan oleh manusia melalui aktifitas dan kreatifitasnya. Lingkungan budaya dapat berupa bangunan, peralatan, pakaian, senjata. Dan juga termasuk non materi seperti tata nilai, norma, adat istiadat, kesenian, sistem politik dan sebagainya. Standar kualitas lingkungan diartikan baik jika di lingkungan tersebut dapat memberikan rasa aman, sejahtera bagi semua anggota masyarakatnya dalam menjalankan dan mengembangkan sistem budayanya.

LINGKUNGAN EKONOMI

Lingkungan ekonomi adalah faktor-faktor yang mempengaruhi daya beli dan pola pengeluaran konsumen. Suatu bangsa mempunyai tingkat dan distribusi pendapatan yang sangat beragam. Sejumlah negara mempunyai ekonomi subsisten-negara mengkonsumsi hasil pertanian dan industrinya sendiri. Negara-negara menawarkan peluang pasar yang kecil. Ekonomi industri-menawarkan pasar yang kaya untuk berbagai jenis barang yang berbeda.










Minggu, 08 Oktober 2017



ARSITEKTUR LINGKUNGAN


SULTHAN BASIL ARIFIANTO
27316183
2TB03


PENGERTIAN ARSITEKTUR LINGKUNGAN

Arsitektur adalah seni yang dilakukan oleh setiap individual untuk berimajinasikan diri mereka dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam artian yang lebih luas, arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai dari level makro yaitu perencanaan kota, perancangan perkotaan, arsitektur lanskap, hingga ke level mikro yaitu desain bangunan, desain perabot dan desain produk. Arsitektur juga merujuk kepada hasil-hasil proses perancangan tersebut.

Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah,  air,  energi surya,  mineral,  serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan,  dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut. Lingkungan juga dapat diartikan menjadi segala sesuatu yang ada di sekitar manusia dan mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia. Lingkungan terdiri dari komponen abiotik dan biotik. Komponen abiotik adalah segala yang tidak bernyawa seperti tanah,  udara,  air,  iklim,  kelembaban,  cahaya,  bunyi. Sedangkan komponen biotik adalah segala sesuatu yang bernyawa seperti tumbuhan,  hewan,  manusia dan mikro-organisme (virus dan bakteri). Ilmu yang mempelajari lingkungan adalah ekologi.

Arsitektur lingkungan adalah ilmu bangun membangun yang berkaitan dengan perencanaan tata kota,  landscape planning,  urban design,  interior maupun eksterior yang memperhatikan kondisi fisik sumber daya alam,  yang meliputi air,  tanah,  udara,  iklim,  cahaya,  bunyi dan kelembapan. Arsitektur lingkungan sangat berkaitan erat dengan arsitektur hijau (green architectur).

Green Architecture adalah konsep arsitektur yang berusaha meminimalkan pengaruh buruk terhadap lingkungan alam maupun manusia dan menghasilkan tempat hidup yang lebih baik dan lebih sehat, yang dilakukan dengan cara memanfaatkan sumber energi dan sumber daya alam secara efisien dan optimal.


Saat ini kerusakan di bumi akibat lingkungan dan pembangunan sudah mencapai taraf kerusakan global. Kerusakan ini menyebabkan bumi semakin hari semakin memanas karena atsmosfer bumi terus menerus menipis. Pemanasan ini bisa disebut pemanasan global atau juga biasa disebut global warming. Pemanasan global ini disebabkan oleh ulah manusia yang terus menerus mengambil sumber daya alam secara besar besaran tanpa memikirkan lingkungan sekitar.

Pemanasan global adalah meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi sebagai akibat meningkatnya jumlah emisi Gas Rumah Kaca di atmosfer. Menurut Budianto (2000:195) dalam Rajaguguk, E dan Ridwan K (2001) perubahan iklim global sebagai peristiwa naiknya intensitas efek rumah kaca yang terjadi karena adanya gas dalam atmosfer yang menyerap sinar panas yaitu sinar infra merah yang dipancarkan oleh bumi.

Pembangunan yang terkait dengan industri konstruksi bangunan untuk memenuhi kebutuhan manusia yang selalu berkembang seiring zaman telah menghabiskan sumber daya alam dan mengakibatkan lingkungan rusak. Kita sebagai seorang arsitek mempunyai peran yang sangatlah penting untuk merancang kota, mengubah wajah kota, mengukir permukaan kota dengan membuat ruang terbuka hijau (RTH), taman kota dan pemanfaatan lahan yang efisien untuk pejalan kaki.


POSITIF DAN NEGATIF DAMPAK PEMBANGUNAN TERHADAP LINGKUNGAN

Pembangunan memang membantu mengubah lingkungan menjadi lebih modern, memperbanyak lapangan kerja, dan menaikan derajat Negara di dunia. Tapi pembangunan juga mempunyai banyak dampak negative untuk lingkungan sekitar misalnya:

1.     Kerusakan tanah
2.     Berkurangnya penghijauan kota
3.     Banjir dikota kota




HUBUNGAN ARSITEKTUR LINGKUNGAN DENGAN MANUSIA

Dalam memenuhi kebutuhan dasar setiap mahluk hidup membutuhkan suatu tempat yang mampu mengakomodasi kehidupannya. Hewan butuh sarang untuk berlindung, tanaman butuh media tanam untuk tumbuh, sementara manusia sebagai mahluk berakal tentunya berbeda dengan hewan yang hanya mengandalkan insting. Manusia membutuhkan tempat untuk mencakup semuanya. Untuk bekerja, istirahat, atau bermain dengan keluarga. Tempat ini disebut rumah. Rumah yang dirancang juga harus aman dan nyaman selain itu zaman sekarang rumah juga harus dirancang ramah lingkungan.

KEDUDUKAN ARSITEKTUR DALAM KONSEP LINGKUNGAN

Dilingkungan arsitektur mempunyai peran besar dan kedudukan yang tinggi karena disini arsitektur berperan untuk menciptakan lingkungan yang modern tetapi juga memperhatikan lingkungan sekitarnya.

Guna bangunan yang tepat akan menciptakan lingkungan sekitarnya hidup sejalan dan berdampingan tanpa ada sisi negatif yang muncul.